Jumat, 15 November 2019

Sisi Kelam masa SMA part 1

Hei..
ini tentang perjalanan awal selepas lulus SMA, tapi ntar yeekan di judul selanjutnya. Gua maoo cerita tentang sisi kelam masa SMA yang gua alami. dulu gua adalah seorang yang awalnya bukan siapa-siapa kemudian selepas lulus berjalan selangkah menjadi apa-apa. Ini bukan soal cinta, tetapi rahasia yang awalnya pengen gua simpan untuk diri ini aja, namun tak hebat rasanya kalo engga gua tuangkan di dalam petualangan seru yang freak abis.

Kata Alm. Baharuddin Jusuf Habibie, "Jadilah mata air, jika kau baik maka sekelilingmu akan hidup, tapi jika kau kotor, sekelilingmu akan mati". Namun usaha ini engga berarti apa apa di masa gua SMA. karena yang dulu mereka kebanyakan sering nge-bully gua karena hal yang dirasa engga masuk akal. Terlalu kritis dengan guru, punya pemikiran sendiri, punya dunia dan engga mau kumpul bersama, bahkan karena terlalu to the point dan mempermainkan kata-kata ketika sedang berbicara. Oh, cmon, i need my time. Belum tentu bukan ketika mengikuti alur permainan orang lain kita bisa berhasil sepenuhnya? gua terlalu berhati-hati mencari dunia pada masa itu. simple aja sih pemikiran gua, kalo kita keluar main tapi engga bisa bikin mood kita increase atau kasih benefit ke kita, yaudah gausah main. cari dunia sendiri.

Sejak saat SMA aja gua engga punya teman banyak. Mungkin bisa dihitung jari karena dunia gua bukan melulu soal kumpul-kumpul buang duit untuk lengkungan para kasta waisya. gua cuma pengen pola hidup gua seperti mereka yang berada di tingkat Brahmana.

.

"WOIIII... Lu keyakinannya apaan sih Fi??!!?" 
eits.. gausah lah kepo, yaudah lah.. gua muslim, tapi gua anti rasis rasis club. Gua adalah seorang cendekiawan yang mengedepankan apa itu artinya toleransi. Awas lo para kaum rasis rasis club, jauh jauh atau gua toxic in. Main kasta kasta an cuma sebuah khiasan. Banyak kan hal atau gaya bahasa yang dapat kita gunakan dalam sastra ?.. yaudah iyaaa NETIZEN MAHA BENAR. bgst emang.

.

back to the topic, apa kabar dengan ratusan teman di SMA? hahha.. gua hanya seorang pelayan yang dengan setia melayani pelanggan. Ada rasa sesal di dasar hati, diam tak mau pergi, harusnya aku lari dari kenyataan ini... Anjir kok malah nyanyi sih bego.
Gua dulu selalu ngebantu siapapun yang butuh bantuan ke gua. Pertemanan gua hanya sebatas seorang costumer service mayoritasnya. Udah ngebantu, tetep aja kena Bully. Bego kan gua.. yaaa itung itung mereka ngebayar gua dengan pahala mereka.